Go Blog Mgs Hendri

wong kito galo…

Riwayat Keluarga

student4.JPG

Mgs. Hendri anak ke-4 dari 8 bersaudara ini lahir dan dibesarkan di Pagaralam - Sumatera Selatan, anak dari pasangan ‘Abah’ Mgs. M. Thoyib Ali dengan ‘Ibu’ Msy. Hamidah Ahmad.

Adapun urutan dalam keluarganya adalah sbb.:

  1. Mgs. Hamzah T (Hamzah, Pagaralam - Sumsel)
  2. Msy. Zahara (Ara, Palembang - Sumsel)
  3. Ir. Zainal Arifin T, MBA (Ipen, Palembang - Almarhum)
  4. Drs. Mgs. Hendri, MM (Hendri/Deden, Depok - Jawa Barat)
  5. Mgs. Helmi (Otok, Boston - USA)
  6. Mgs. Rizal (Ijal, Darwin - Australia)
  7. Msy. Rita Aprianti (Ita, Depok - Jawa Barat)
  8. Mgs. Firmansyah, SoS, MSi (Firman - Bengkulu)

Pada pertengahan tahun 1981, tepat ketika Mgs. Hendri Ulangan Kenaikan kelas II SMP, Ayahanda tercinta meninggal dunia di RS. Charitas Palembang karena komplikasi penyakit ginjal dan darah tinggi.

Saat itu kakak tertuanya Mgs. Hamzah T baru menginjak kuliah semester I FAPERTA Universitas Negeri Lampung, sedangkan adik bungsunya tersayang usianya saat itu belum menginjak satu tahun. Sungguh suatu kepedihan yang sangat mendalam. Padahal Ayahandalah satu-satunya tulang punggung keluarga.

Apa boleh buat. Ibu tercinta - yang tadinya memang tidak bekerja sama sekali - selain sebagai ibu rumah tangga, terpaksa banting tulang. Dengan susah payah beliau menghidupi delapan orang anaknya dengan cara membuat kue-kue jajanan termasuk es mambo yang dititipkan ke warung-warung di dekat rumah. Aku membantu di bagian produksi, dan adikku Mgs. Helmi menjajakannya keliling kampung.

Andai saja Ayahanda ketika wafat tidak meninggalkan harta yang cukup, terutama dalam bentuk rumah-rumah petak dan ruko, saya tidak yakin Ibunda bisa membesarkan anak-anaknya hingga saat ini hanya dengan berjualan kue-kue dan es mambo itu - yang alhamdulillah berkat jerih payah ibunda berhemat dengan cara seperti itu, harta peninggalan ayahanda tersebut tidak ada yang terjual.

Dan alhamdulillah sampai saat saya menulis Riwayat Keluarga ini, amanat yang dipercayakan kepada Ibunda berupa harta dan anak-anak, tidak ada yang ke luar jalur. Semua saudara saya sudah berkeluarga dan memiliki anak kecuali adik saya tercinta yang saat ini masih membujang dan bertugas menjadi dosen sebagai PNS di Universitas Negeri Bengkulu.

Terimakasih Ibunda, engkaulah pelita dalam kegelapan. Tanpa campurtangan dan didikan kerasmu, pasti Allah tidak akan jadikan kami seperti saat ini….