Karena tidak kebagian tiket KA, pada Senin, tanggal 30 Maret 2009 yang lalu - saya sekitar jam 18.30 WIB naik bus DAMRI No. 3078 dari Purwokerto tujuan ke Bogor (saya akan turun di Depok). Dengan pertimbangan, PO Bus ini milik Dep. Perhubungan yang tentu saja pelayanannya akan lebih baik dibandingkan PO Bus lainnya. (Yah, minimal mirip dengan Bus DAMRI Bandara-lah, batin saya). Ternyata, yang saya dapatkan hanyalah kekecewaan yang beruntun sampai akhir perjalanan. Betapa tidak, mulai naik dari terminal Bus Purwokerto, baru 1 jam perjalanan, busnya menerima overan dari bus lain, sehingga penumpangnya penuh sesak. Di tengah perjalanan sekitar jam 23.00 WIB, bus terasa pengab sekali, sehingga saya terbangun dari tidur. Ternyata AC-nya tidak nyala sama sekali. Setelah banyak penumpang yang protes, baru AC-nya dinyalakan kembali. Buspun jalannya sangat lambat sehingga sampai di Bandung sekitar jam 5 pagi. Padahal, kata petugas loket ketika di Purwokerto tadi, “jam 4 subuh udah nyampe Depok, kok Pak”.
Tidak jauh dari daerah Kopo, kami penumpang DAMRI yang tujuan Depok-Bogor ternyata dipaksa turun oleh kernet dan diover ke bus ekonomi Turangga yang telah penuh sesak dengan penumpang dan sayur mayur. Lengkaplah penderitaan kami. Saya kasihan sekali dengan ibu yang menggendong anaknya sambil membawa barang yang cukup banyak. Mereka sekeluarga ada 7 orang. Di bus Turangga ini sepanjang perjalanan, ibu itu dan keluarganya mencaci maki sopir Bus DAMRI tsb. belum lagi anak-anaknya yang masih kecil ada sekitar 3 orang yang kepanasan dan muntah-muntah. Tampak sekali kekecewaan ibu itu diperlakukan crew Bus DAMRI seperti itu. Sehingga dia menelpon keluarganya suruh protes ke Pool DAMRI untuk minta kembali separuh uangnya. Padahal kami bayar cukup mahal Rp 65.000,- per orang. Termasuk anak kecil.
Sampai di Jakarta, bus Turangga mampir dulu ke Terminal Bus Pulogadung. Dari terminal Pulogadung, mampir lagi ke Terminal Kampung Rambutan. Akhirnya saya sampai di simpangan Depok sekitar jam 10.00 WIB., sehingga saya hari itu terpaksa harus izin nggak masuk kantor. Di samping memang telah sangat terlambat, juga badan jadi terasa sangat penat. Padahal, kalau benar bisa sampai jam 4 subuh, saya bisa istirahat sebentar dan bisa masuk kantor. Akhirnya, kacaulah agenda kerja saya haris Senin 30 Maret tsb.
Kalau perlakuan Crew Bus DAMRI seperti ini, saya tidak yakin Bus DAMRI ini bisa bertahan hidup untuk berkompetisi dengan PO Bus lainnya. Saya benar-benar kapok naik Bus DAMRI ini (kecuali Bus DAMRI Bandara). Pengalaman ini benar-benar akan saya jadikan perngalaman yang sangat berharga dan akan saya sampaikan ke seluruh keluarga, sanak famili, teman dan semua kenalan saya untuk tidak mau lagi naik Bus DAMRI antar kota.
Posted on on April 1st, 2009 in
OASE & Inspirasi... |
No Comments »
Karena sibuk dengan pekerjaan atau aktivitas lainnya, akhirnya saya kelupaan memperpanjang STNK motor saya – yang seharusnya sudah habis masa berlakunya pada 30 Desember 2008 yang lalu.
Dan baru hari ini kepikiran untuk segera mengurusnya. Ternyata cukup simpel dan tidak banyak memakan waktu.
Berikut ini saya resumekan mulai dari proses awal sampai dikeluarkannya STNK baru. Adapun tahapannya adalah sbb.:
- Cari informasi kapan dan di mana Mobil SAMSAT Keliling akan beroperasi besok.
- Siapkan fotocopy BPKB, STNK dan KTP (kalau KTP boleh minjam – karena BPKB-nya masih atas nama yang punya KTP, jangan lupa fotocopy juga KTP Anda sendiri yang ngurus perpanjangan STNK ini)
- Bawa BPKB Asli dan KTP Asli yang namanya sesuai dengan nama yang tercantum dalam BPKB tsb. (baik KTP pinjaman ataupun KTP Anda sendiri – yang mengurus perpanjangan STNK ini)
- Jangan lupa bawa Ballpoin - untuk mengisi formulirnya nanti.
- Datang ke lokasi Mobil SAMSAT Keliling lebih awal. Sebaiknya sebelum jam 08.00 Anda sudah di lokasi tersebut. Maklum, peminatnya biasanya sangat banyak. Saya yang datang sekitar jam 08.30, antriannya saja sudah sangat panjang. Tapi proses di petugasnya rata-rata cukup cepat. Per orang paling lama untuk mendaftar perlu waktu 2-5 menit.
- Setiba di tempat, minta Formulirnya ke Petugas – yang biasanya duduk di dalam mobil paling depan – pintu sebelah kiri mobil SAMSAT Keliling tsb.
- Isi formulir tsb. bagian depannya saja sesuai dengan informasi yang ada dalam BPKB kendaraan Anda. Lalu tandatangani bagian belakangnya.
- Serahkan Formulir tsb. berikut Fotocopy yang tadi sudah disiapkan – sekalian menunjukkan yang aslinya ke petugas yang menyerahkan Formulir tadi. Nanti akan dia satukan dengan Staples. Oh ya jangan lupa KTP asli sesuai dengan data pada BPKB tadi dimasukkan ke dalam plastik bekas STNK yang sudah kita keluarkan isinya tadi, untuk sekalian distaplesnya menyatu dengan dokumen fotocopyan.
- Setelah dokumen fotocopy-an tadi distaplesnya, bawa dokumen tersebut ikut – antri ke loket pendaftaran - di mobil itu juga. Di sini biasanya antriannya cukup panjang. Siap-siap saja dengan panasnya terik matahari. Maklum tidak ada tendanya. Masih untunglah, dari pada kehujanan. Ya nggak?
- Setelah tiba giliran kita, serahkan tuh dokumen yang tadi – sambil menunjukkan yang aslinya. Biasanya petugas di loket ini akan bertanya. “Ini punya siapa?” Jawab sejujurnya. Beliau akan tahu kalau Anda berbohong. Artinya, kalau BPKB dan KTP-nya atas nama orang lain, yah jawab saja punya teman atau punya saudara. Jangan Anda ngaku-ngaku punya sendiri. Anda hanya akan mempersulit diri sendiri.
- Setelah diperiksanya kebenaran dokumen itu – sambil dicocokannya dengan database yang ada dalam komputernya, nanti BPKB aslinya akan diserahkannya kembali ke kita, dan kita ke luar antrian lalu siap-siap menunggu panggilan.
- Lama sebentarnya panggilan, tergantung dari banyak tidaknya peminat yang memperpanjang hari itu. Untuk mempermudah Anda siap-siap ketika dipanggil, Anda perhatikan saja ciri-ciri orang di depan Anda ketika menyerahkan dokumen tadi ke loket pendaftaran. Syukur kalau bisa saling kenal. Biasanya urutannya cukup tertib. Tidak ada yang dilompati – dan panggilan selalu sesuai dengan urutan ketika Anda antri memasukkan dokumen tsb, ke loket pendaftaran.
- Setelah orang yang Anda kenali ciri-cirinya tadi dipanggil petugas loket pembayaran, Anda segera siap-siap untuk dipanggil juga sambil Anda persiapkan besarnya pajak yang harus Anda bayarkan. Patokan biayanya tidak jauh berbeda dengan biaya yang tertera pada STNK yang lama + dendanya kalau waktunya sudah lewat. Tapi selalu siapkan uang lebih dan dengan uang yang pas. Maklum, petugas pajak tidak mau repot-repot nyariin uang kembaliannya. Kalaupun nilainya harus dibulatkan, yah jangan sampai kebanyakanlah. Misalnya Rp 135.600,-. Jangan Anda serahkan uang Rp 150.000,- Kasihan dia yang akan kerepotan nyiapin kembaliannya. Sebaiknya serahkan saja “uang pas” senilai Rp 136.000,- Sisanya, ikhlaskan saja….
- Setelah giliran nama Anda yang dipanggil (sesuai dengan nama yang ada di BPKB-nya), nanti petugas akan menyebutkan besarnya pajak yang harus Anda bayarkan. Serahkan saja uang pas tadi. Lalu Anda kan mendapatkan kwitansinya rangkap dua. Halaman pertama buat Anda simpan (warna putih), dan halaman keduanya (warna biru muda) untuk Anda serahkan – yang nantinya akan ditukar dengan STNK baru + KTP Aslinya.
- Setelah itu, tunggu sebentar. Sekali lagi, perhatikan ciri-ciri orang yang lebih dulu dipanggil – sesuai antrian pertama tadi, agar Anda bisa siap-siap. Setelah dia dipanggil, sudah bisa dipastikan nama Andapun akan segera dipanggil. Ketika nama Anda dipanggil, serahkan kwitansi yang warna biru muda tadi, dan Anda akan mendapatkan STNK baru + sampulnya dan KTP Asli yang tadi pernah Anda serahkan.
- Selesai.
Posted on on March 5th, 2009 in
Uncategorized |
No Comments »
Pada Rabu malam, tanggal 11 Februari 2009 yang lalu, ketika pulang dari kantor sekitar jam 21.00 WIB, baru setengah perjalanan ke rumah, motor yang saya kendarai putus tali gasnya. Otomatis motor tidak bisa saya gas – yang konsekuensinya tidak bisa saya pergunakan untuk mengantarkan saya sampai ke rumah. Bingung – apa yg harus saya lakukan. Terus terang saja saya sangat tidak memahami otomotif. Akhirnya dengan perasaan kalut saya dorong motor tsb. dari pinggiran jalan selangkah demi selangkah menuju ke rumah saya – yang jraknya masih cukup jauh. Keringat sudah mengucur deras, napas sudah ngos-ngosan. Terbayang, besok pasti pegel-pegel semua nih badan…
Tiba-tiba ada seseorang yang mengendari motor menghampiri saya seraya bertanya “Motornya kenapa Mas?” “Oh ini tali gasnya putus” jawab saya sambil terengah-engah dan coba melihat siapakah orang tsb. Ternyata dia seorang anak muda – yang masih mengenakan helmnya – tapi kaca helmnya ia buka. Namun tetap saja saya tidak mengenali wajahnya, siapa orang tsb.
Boleh saya bantu Mas?” tanyanya lagi. “Gimana caranya?” Jawab saya. “Mas naik aja motor mas, nanti saya dorong dari belakang pakai kaki saya – sampai bengkel terdekat” jawabnya. Dengan perasaan yang tidak menentu, saya refleks menaiki motor saya yang putus tali gasnya itu. Lalu, dengan kakinya ia dorong motor saya tsb. Jalanlah kami menyusuri jalan di tengah malam itu sambil melihat kiri-kanan kalau-kalau ada bengkel yang masih buka. Walau hati kecil saya pesimis di tengah malam seperti ini masih ada bengkel motor yg buka, namun tetap saja kami jalani. Dan yang membuat saya bertanya-tanya terus dalam hati. ‘Orang ini siapa ya, kok baik banget?’
Alhamdulillah tidak berapa lama kemudian di sebelah kanan jalan yang kami lalui, ada bengkel motor yang sedang bersiap-siap mau tutup. Dengan harap-harap cemas, begitu kami samperin, ternyata mereka masih mau menerima kehadiran kami. “Kenapa mas motornya? Tanya petugas bengkel. “Oh ini tali gasnya putus Mas” Jawab saya. Jadilah motor saya diperiksanya. Begitu mengetahui bahwa pihak bengkel akan bisa mengatasinya, maka pemuda yag baik hati tadi langsung pamit kepada saya melanjutkan perjalanannya tanpa sempat memperkenalkan siapa dirinya. Entah kenapa, sayapun seperti dihipnotis hanya bisa mengucapkan banyak terimakasih tanpa sempat menanyakan siapa dirinya dan dimana alamatnya. Bahkan memperhatikan berapa nomor plat motornyapun tidak terpikirkan olehku saat itu.
Hem.. ternyata masih ada ya orang yang baik hati di tengah carut marutnya tatanan masyarakat kita saat ini. Sungguh, selama ini saya hanya punya niat dan pikiran untuk membantu ketika melihat ada pengendara motor yang sedang mendorong motornya. Yah minimal bisa memberi tahu di mana tempat tambal ban atau bengkel terdekat yang bisa ia datangi. Tetapi anak mudah itu justru telah melaksanakan apa yang baru saya niatkan. Bahkan lebih dari yang saya pikirkan. Subhanallah…..
Terimakasih ya Allah. Pertolonganmu selalu tidak pernah terduga. Kau kirimkan pemuda yang baik hati ketika aku benar-benar sedang sangat membutuhkan bantuan. Semoga saja pemuda itu senantiasa Allah beri kekuatan dan keselamatan di dalam ia mengarungi kehidupan ini. Balaslah kebaikannya itu dengan balasan yang berlipat ganda ya Allah. Amin ya Rabbal ‘alamin…… (Mgs)
Posted on on February 23rd, 2009 in
OASE & Inspirasi... |
1 Comment »
Judul itu - sebuah pertanyaan yang sempat mencuat dalam batin saya - ketika salah seorang rekan facebook saya berkomentar “Baru mau punya anak lagi kalau sudah ada rezekinya”
Hem… apakah logikanya tidak terbalik, ya batin saya. Jangan punya rezeki dulu baru mau nambah anak. Anak akan nambah lagi atau tidak itu kehendak Allah. Bila diberi kesempatan punya anak lagi, berarti rezeki untuknya sudah Allah sediakan. Jadi nggak perlu khawatir. Apabila tidak ada rezekinya, maka tidak akan Allah kasih kesempatan dia untuk lahir ke dunia ini. Yang penting selama kita mau selalu berusaha, insya Allah saya sangat yakin akan selalu ada rezeki untuk kita dan anak-anak kita. Dengan cara apa? Memperluas pergaulan dan informasi serta senantiasa menambah skill/kompetensi diri.
Bukankah banyak rekan-rekan kita yang lain yg sudah berusaha ingin punya anak, tetapi belum juga Allah berikan?! Dan sebaliknya, banyak yg tidak menginginkan punya anak lagi tapi Allah beri kelahiran lagi?! Kalau dia cemas dengan rezeki bagi anaknya yang akan lahir lagi ini, maka dia sudah mendahului takdir Allah. Berarti dia tidak percaya dengan janji Allah, bahwa setiap makhluk yang Allah beri kesempatan hidup di dunia ini, pasti sudah ada rezekinya. Dan sebaliknya bila dia sudah tidak ada rezekinya lagi di dunia ini, maka Allah akan ambil kembali… Yang penting, selalu mau berusaha dan pantang menyerah.
/Salam kompak…
Posted on on February 12th, 2009 in
OASE & Inspirasi... |
No Comments »
Akhir tahun 2008 yang lalu, energi saya benar-benar terkuras. Seperti biasa menjelang akhir tahun, saya harus membuat Laporan Akhir Tahun. Dan setelah itu, mempersiapkan Program Kerja untuk tahun 2009. Padahal dalam waktu yang bersamaan, saya yang bertanggungjawab dalam pengurusan Akreditasi Pendidikan Non Formal tahun 2008 ke BAN-PNF juga harus segera menyelesaikan instrumentasinya. Akhirnya sering kali saya harus pulang sampai larut malam. Untung ada Pak Khoirul Umam – rekan kerja saya yang turut membantu melengkapi persyaratannya.
Alhamdulillah semuanya dapat diselesaikan, sehingga bisa turut disosilisasikan dalam rapat paripurna tingkat korporat yang dilaksanakan pada tanggal 25 Desember 2008 yang lalu. Syukurnya tanggal 26 Desembernya diliburkan.
Mengingat akhir tahun ini ada undangan dari salah seorang sepupu istri saya yang akan menikah di Ciamis, dan banyaknya hari libur nasional yang ‘kejepit’, maka sayapun mengajukan cuti. Rencana saya, cuti libur kali ini, selain untuk menghadiri undangan pernikahan itu, juga akan saya manfaatkan untuk liburan bersama keluarga. Kebetulan anak-anak saya sekolahnya juga sedang liburan. Jadi klop dah! Mudah-mudahan dengan liburan kali ini, di samping bisa bercengkrama dengan keluarga lebih lama dan bisa lebih dekat dengan anak-anakku, juga bisa menambah angin segar buat refreshing…
Perjalanan liburan dimulai:
- Hari Pertama, Jum’at 26 Desember 2008: Agar menghadapi tahun 1430H dalam suasana yang bereda, maka saya dan istri saya tercinta beres-beres rumah sekalian menata ulang posisi perabotan di rumah. Rada pusing juga ngaturnya. Maklum rumah saya kecil dan masih di Perumnas, sedangkan perabotannya bejubel. Biasalah… anggota keluarganya juga udah banyak. He.. he…
- Hari Kedua, Sabtu 27 Desember 2008: Atas rekomendasi kakak ipar saya, maka saya sekeluarga – bareng dengan keluarga adik ipar saya liburan ke kolam renang di “Water Depok Fantation” - dekat perumahan Kota Kembang. Masya Allah, di sana manusianya udah berjubel! Fasilitas permainan airnya cukup komplit. Sayang kondisi lingkungannya sangat gersang, maklum daerah yang baru di bangun dan belum banyak pepohonannya. Apalagi saat itu, panas matahari sangat terik. Pulangnya, kami mampir ke rumah makan Serba Pepes. Lumayan juga, laper-laper habis berenang. Jadi makannya cukup lahap.
- Hari Ketiga, Minggu 28 Desember 2008: Kondangan ke adik iparnya Abdel di komplek Palapa Pasar Minggu.
- Hari Ketiga, Senin 29 Desember 2008 – betepatan dengan tanggal merah libur tahun baru hijriah 1430. Kami sekerluarga berangkat ke Ciamis. Menjelang akhir tol Cipularang, saya baru ‘ngeh’ kalau bensin kendaraan saya sudah mulai menipis – mendekati titik End. Cukup panik saya dibuatnya. Saya sampaikan kepada istrinya saya kalau ada Pom Bensin atau tempat peristirahatan, tolong kasih tahu saya agar kita bisa segera berhenti. Alhamdulillah, sebelum mobil kami berhenti kehabisan bensin, di penghujung tol tsb. ada tempat peristirahatan. Jadilah kami ngisi bensin di sana, sekaligus ngisi perut juga di RM “Resik Desa”. Untung suasananya cukup nyaman, apalagi ada tempat permainan anak-anak. Gurame bakar, nasi liwet, sambal terasi, lalapan dan minum jus strawberi. Wah… sedap sekali!
- Hari Keempat, Selasa 30 Desember 2008: Kami paginya istirahat di Ciamis – rumah mertua saya. Siangnya saya nganter mertua saya njemput Ua Misbah (kakak ibu mertua saya) untuk berangkat bareng ke Petir Hilir – ke rumah sepupu istri saya yang akan menikah hari Rabu besok. Sorenya ‘ngedrop’ istri dan anak-anak ke Yogya Dept. Store untuk shoping sekalian main games. Saya selanjutnya ditugaskan menjemput Ua Misbah sendirian. Padahal hujan saat itu turun sangat deras. Karena ‘orang baru’ dan belum begitu hapal jalanan Ciamis, saya sampai 3x muter-muter nggak ketemu lagi jalan menuju ke Petir Hilir tsb. Akhirnya saya telepon saja kakak ipar saya agar bisa ditemani oleh suaminya ke sana. Jadilah kami berangkat berdua ke sana menjemput Ua saya tsb.
- Hari Kelima, Rabu 31 Desember 2008: Piknik ke Panjalu – sebuah objek wisata ziarah yang jaraknya sekitar 40 Km dari Ciamis. Di sini ada danau yang cukup luas yang mengelilingi sebuah pulau kecil yang di atasnya ada kuburan yang dikeramatkan oleh penduduk setempat sebagai sebuah legenda. Pulang dari sana, malam tahun baruan di rumah saja. Capek eui…!
- Hari Keenam, Kamis 1 Januari 2009: Menghadiri pernikahan Neng Dais – sepupu istri saya di desa Petir Hilir – Ciamis. Mulai prosesi pernikahan sampai dengan acara resepsi pernikahannya, alhamdulillah berjalan lancar – walau terkesan agak bertele-tele, karena kebanyakan diisi dengan acara ceramah dan nasehat perkawinan. Maklum, pengennya langsung makan aja nih. He.. he… Pulang dari sana, Sorenya, kami mancing ikan di ‘balong’ (kolam ikan) milik mertua saya - yang letaknya persis di belakang rumah. Waw cukup meriah. Ikannya banyak sekali. Paling banyak adalah Ikan Mujahir, Ikan Lele, Ikan Nila dan Gurame. Jadilah kami malamnya pesta makan ikan goreng. Hem… ‘enaknye….!’ Apalagi pada malam harinya, adik ipar saya yang habis liburan dari Tanah Toraja datang juga ke Ciamis. Suasana jadi tambah meriah deh…
- Hari Ketujuh, Jum’at 2 Januari 2009: Kami dengan Kijang Capsule ama Avanza berangkat ke Pangadaran untuk berwisata ke Green Cannyon dan Pantai Pangandaran. Sesampainya di kota Pengandaran - di pinggir jalan raya utama depan Koramil, kami mampir sebentar di rumahnya keponakan bapak mertua saya ‘Dek Haji Encek’. Waw rumahnya megah dan luas sekali dengan perabot dan penataannya yang sangat artistik. Apalagi penerimaan dari keluarga mereka sungguh-sungguh sangat ramah tamah dan penuh dengan kekeluargaan. Setelah kami ‘dipaksanya’ makan siang (padahal masih jam 09.00 WIB), kamipun dilepasnya dengan sangat akrab. Tujuan utama kami adalah Green Canyon – sebuah objek wisata alami yang penuh dengan pesona stalaknit dan stalagtit. Yang jaraknya sekitar 25 Km dari kota Pangandaran. Sesampainya di sana, pengunjungnya belum ramai. Bagitu kami hendak memesan tiket, ternyata penjualan tiket khusus pada hari Jum’at baru dibuka jam 13:00 WIB. Padahal saat itu baru jam 11.00 WIB. Sambil menunggu jam 13:00, kami ke objek wisata lainnya, yaitu ke “Batu Hiu” - sebuah objek wisata pantai – yang suasananya mirip dengan pantai laut selatan – di Sukabumi. Sayangnya batu berbentuk hiunya saat ini sudah tidak lagi mirip ikan hiu, karena tergerus ombak yang berulang-ulang. Tapi lumayanlah buat piknik sebentar di sana. Setelah sekitar jam 12:30 kami langsung balik lagi menuju Green Canyon (maaf sholat Jum’atnya saya ganti dengan sholat dzhuhur yang dijama’). Sesampainya di Green Canyon, masya Allah, pengunjungnya sudah berjubel luar biasa. Kami dapat tiket dengan nomor antri 182 & 183. Padahal yang baru dipanggil saat itu baru nomor 40-an. Gile bener……! Terpaksa deh menunggu…
Posted on on January 9th, 2009 in
Dibuang Sayang |
No Comments »
Belakangan ini marak sekali demo mahasiswa di berbagai Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta yang menolak terhadap rencana kelahiran UU tsb. Anehnya banyak pula Perguruan Tinggi lainnya yang justru diam-diam saja. Di pihak lain, rektorat dan para anggota DPR justru semangat sekali untuk dapat memutuskan draft tersebut segera menjadi UU. Ini pasti ada sesuatu yang membuat mereka jadi pro dan kontra. Mengapa harus demo-demo yang cendrung menimbulkan perbuatan anarkis? Mengapa tidak mengadakan dialog saja? Masing-masing pihak memegang draft terbaru dari UU BHP tsb. Silakan dipelajari dulu oleh semua pihak yang berseteru. Catat semua yang bisa ditafsirkan akan merugikan masyarakat (kalau ada) dan catat pula kebaikan dari Drfat UU tsb. (kalau ada juga). Setelah itu, tentukan harinya untuk membedah dan mendiskusikan hal ini secara bersama. Bisa saja kegiatan ini difasilitasi oleh media TV atau lembaga lain. Dari sini, akan bisa diambil kesimpulan guna kebaikan bersama. Selesai dan sederhana bukan?
=Salam Damai, Mgs. Hendri =
Posted on on December 24th, 2008 in
OASE & Inspirasi... |
No Comments »
Berita itulah yang paling marak belakangan ini. Sejujurnya - terlepas dari beradab atau biadab, sopan ataupun tidak sopan, dan yang sejenisnya - jujur saja saya pro dengan ulah Al-Zaidi ini ~ Si Wartawan Pelempar Sepatu.
Menurut saya, Presiden Bush memang pantas dilempar seperti itu. Presiden kita atau presiden negara lain, kelakuannya tidak seperti Mr Bush ini, jadi tidak mungkinlah akan diperlakukan yang sama ketika berkunjung ke negara sahabat. Bila perlu lemparannya jangan menggunakan sepatu. Tetapi menggunakan granat! Soalnya dialah Presiden yang karena kebijakannya yang salah mengakibatkan banyaknya nyawa melayang dan timbulnya janda-janda dan anak yatim di Iraq.
Saya sangat yakin, apa yang dilakukan oleh Wartawan si Pelempar Sepatu tsb. mewakili keinginan semua warga Iraq yang sudah benci banget atas kelakuan Mr Bush ini. Kalau saja yang lainnya punya kesempatan seperti itu, tentu mereka akan melakukan hal serupa! Bravo Al-Zaidi Wartawan Pelempar Sepatu! Anda sudah masuk dalam catatan sejarah! Walau konsekuensinya Anda jadi babak belur karena ulah sebagian bangsa Anda yang cuma mau cari muka dengan AS. Itulah resiko sebuah perjuangan. Yakinlah, beberapa tahun kemudian, di dalam pelajaran Sejarah Dunia akan ada pertanyaan “Siapakah nama wartawan yang berani melemparkan sepatunya kepada Presiden AS W Bush?”
Posted on on December 16th, 2008 in
OASE & Inspirasi... |
1 Comment »
Itulah salah satu pertanyaan yang diajukan oleh salah seorang siswa SMP kelas II - peserta Seminar “Manfaat ICT bagi Dunia Pendidikan dan Pengaruhnya” yang baru-baru ini diselenggarakan di salah satu sekolah swasta favorite di bilangan Jakarta Selatan. Sungguh sebuah pertanyaan yang tidak pernah saya duga sama sekali. Yah, selama ini saya dalam beberapa kali presentasi, selalu memaparkan dampak negatif penggunaan internet – terutama dampak pornografi dan belum pernah menyampaikan dampak positifnya! - Karena leluasanya para pengguna mengakses situs-situs porno. Apalagi sekarang, sekali searching di internet bisa ratusan ribu situs yang memuat masalah porno ini. Baik dalam bentuk gambar, film ataupun tulisan. Jelas sangat tidak mungkin untuk selalu bisa memblokirnya baik melalui program Nany Chips, Parent Lock ataupun Setting Squid dan sebagainya.
Sebelum saya jawab, saya balik bertanya kepada siswa ybs. “Apa yang melatarbakangi pertanyaanmu itu? Jawabnya cukup vulgar diiringi dengan sorakan para peserta seminar lainnya – termasuk Bapak dan Ibu guru yang mengikuti seminar tersebut. “’Kan dengan melihat pornografi itu, pasangan suami-istri tsb. bisa meniru-nirunya, ‘coba yok, mungkin enak yang kayak gituan’ “ ujarnya polos. Gerr…. peserta seminar makin ramai saja. “Wah patut dicurigain nih, tahu dari mana tuh anak” seloroh teman-nya yang lain. Suasana jadi semakin ramai. Maklum, berbicara masalah porno di lingkungan ABG – jelas punya resiko dan tantangan tersendiri.
Setelah suasana agak reda, saya jawab juga dengan polos, “saya akui bahwa selama ini saya belum pernah tahu dampak positif pornografi tsb. - sehingga sulit bagi saya untuk menjawabnya. Bila suami-istri dalam melakukan ‘hubungan’ memerlukan bantuan dari luar (stimulus) dengan tontonan yang berbau porno itu, bisa disimpulkan, bahwa suami-istri tersebut selama ini hubungannya kurang harmonis dan tidak romantis. Untuk suami-istri yang memiliki hubungan yang harmonis dan romantis, maka gairah dalam melakukan hubungan suami-istri tersebut selalu membara. Jadi mereka tidak memerlukan stimulus dari luar tersebut” Jawab saya sekenanya – bak seorang pakar seksologi. He…. he….. entah bunyi teori yang sebenarnya bagaimana, sayapun tidak tahu. Yang jelas, dari pengalaman saya dengan istri yah begitu itu…. Kalau lagi mesra, hubungan harmonis – tidak banyak masalah keluarga – kami cendrung romantis. Dan ujung-ujungnya yah selalu bergairah, sehingga terjadilah sesuatu yang memang seharusnya terjadi. Tidak peduli, apakah masih di kamar, di dapur, di ruang tamu ataupun di kamar mandi. Pokoknya yang begitulah!… he… he…. (maaf saya sensor dikit ya?)
Posted on on December 15th, 2008 in
Pengalaman Lucu |
No Comments »
Pertanyaan ini timbul di benak saya, karena dalam waktu dua bulan terakhir ini saya seringkali dapat undangan untuk menghadiri seminar. Hebatnya lagi, seminar yang saya hadiri itu rata-rata diselenggarakan di tempat yang mewah dan nyaman. Hotel Aston, Hotel Pecenongan, Hotel Mega, Menara KADIN, dsb. Kalau melihat fasilitas dan tempat seminar ini, saya sangat yakin biayanya pastilah “berjut-jut” bahkan bisa “puluhan jut”. Semua seminar itu berasal dari instansi pemerintah - yang menurut saya di kantor mereka pasti sudah tersedia tempat untuk seminar. tetapi mengapa mereka lebih tertarik untuk menyelenggarakannya di hotel? Ini pertanyaan yang sampai saat ini masih terus menggelitik saya.
Baik, kita lupakan masalah tempat. Sekarang kita lihat tema seminarnya, yang masih saya ingat beberapa di antaranya: “Seminar Sehari Training TIK Berbasis Kompetensi”. “Seminar Sehari Sertifikasi di Bidang OpenSource”, “Forum Diskusi Pembentukan MIKTI”, “Seminar Penyusunan MRA”, dll. Dalam seminar atau forum diskusi itu, tampillah beberapa Narasumber yang mempresentasikan kertas kerjanya. Lalu ada sessi tanya jawab. Antara bentuk Seminar dan Forum Diskusi di sini, saya tidak melihat perbedaannya. Yang jelas, tata caranya sama banget, tetapi cuma beda penyebutannya saja. Yang satu disebut “Seminar” dan yang lainnya diistilahkan “Forum Diskusi”, tetapi secara teknis dan substansinya sama saja. Pas jam ISHOMA, makan-makan. yah tentu saja dengan menu hotel - yang menurut saya rasanya tidak jauh beda dengan warung-warung tenda ataupun warung pinggir jalan. Hanya saja tempat dan penataannya saja lebih rapih dan apik. Setelah ISHOMA, Seminar atau Forum Diskusi dilanjutkan lagi oleh pembicara lainnya. Dilanjutkan dengan tanya jawab. Selesai.
Nah saya sendiri tidak melihat hasil dari seminar itu. Apakah sebuah rekomendasi atau sebuah pandangan dalam mengambil kebijakan. Yang ada, yah bubar-jalan! Kelanjutannya apa? tidak saya ketahui. Tapi besok-besoknya ada undangan lagi untuk seminar dengan tema yang lain lagi. Pusing saya jadinya! Yang kemarin aja sangat tidak jelas juntrungannya. Eh, malah ada seminar lagi. Apa sih kegunaan seminar? Demen banget orang menyeleggarakannya. Heran, saya….! Padahal biayanya saya sangat yakin bisa digunakan untuk hajatan pesta perkawinan yang cukup mewah…. - yang sangat banyak tidak bisa dilakukan oleh orang kebanyakan, karena ketiadaan dana. Atau kalau digunakan untuk modal usaha bagi para pedagang kaki lima - nilainya bisa jadi sangat luar biasa!
Inginnya tidak aku hadiri Seminar atau Forum Diskusi itu. Tetapi rasa penasaran pengen tahu apa saja yang akan mereka bicarakan nanti, selalu membawa saya untuk tetap mengikutinya. Apalagi inilah kesempatan terbaik bagi saya untuk dapat memperbaiki gizi di tengah suasana ekonomi yang serba sulit ini. He… he……he…..
Posted on on December 9th, 2008 in
Dibuang Sayang |
No Comments »
Ini catatan dari rekan saya Haris di Depkominfo (http://harisonly.wordpress.com):
Cara menginstall Server MySQL dan Apache di Ubuntu:
Berikut aplikasi yang harus di install untuk server di ubuntu desktop.
- Pertama Install Apache
- sudo apt-get install apache2
- Install MySql Client
- sudo apt-get install mysql-client-5.0
- Install MySql Server
- sudo apt-get install mysql-server-5.0
- Install PHP
- sudo apt-get install php5
- Install PHP GD
- sudo apt-get install php5-gd
- Install PHP - MySql
- sudo apt-get install php5-mysql
- Install PhpMyAdmin
- sudo apt-get install phpmyadmin
Jika installasi sudah selesai buka browser lgsg ketik localhost, jika tampil “It’s Works” tandanya server anda sudah siap digunakan. Letakkan file-file anda di /var/www.
Posted on on November 12th, 2008 in
Seputar Linux |
No Comments »